Tampilkan postingan dengan label bisnis properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis properti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

Memulai Bisnis Properti Untuk Pemula




Perkembangan bisnis properti Jakarta atau rumah saat ini sedang berkembang pesat. Setiap hari selalu saja ada yang mencari rumah, tanah dan ruang usaha baik yang disewa maupun yang dijual. Ini berarti peluang bisnis dan peluang usaha properti jakarta atau rumah terbuka lebar untuk anda yang ingin menghasilkan uang lewat bisnis jual beli rumah. Bisnis jual beli rumah bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan.

Target konsumen :

Target konsumen kita adalah orang-orang yang ingin menjual rumah atau properti mereka. Selain itu calon pembeli adalah juga calon konsumen kita.

Tips dan Trik dalam bisnis properti :

Tidaklah dibutuhkan banyak hal untuk memulai bisnis property jakarta. Memang akan lebih baik jika kita mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi dan mau bekerja keras. Hampir semua orang dapat menekuni bisnis ini asalkan mempunyai kesabaran dan keuletan.

Pertama, anda perlu mengetahui dimana anda dapat menemukan properti ini, dimana sumbernya sbb:

# Iklan Baris
# Memasang iklan (anda katakan bahwa anda adalah investor dengan dana unlimited)
# Agen properti (anda dapat menitipkan pesan kepada agent untuk memberitahu anda seandainya ada properti dengan : harga dibawah harga pasar, terdesak untuk menjual, dan ada return minimal 10%
# Menyisir 1 wilayah
# Teman dan kenalan
# Bank
# Pengadilan
# Klub investasi
# Profesional (notaris, badan pertanahan, pengacara, petugas pajak, dll)

Kedua, yang kita lakukan adalah mencari iklan dikoran atau majalah yang membahas tentang iklan rumah atau juga dapat dengan cara mendatangi kantor real estate agent yang sekarang sudah banyak seperti Ray White, Century 21 dll. Hal pertama yang anda harus cari adalah rumah yang ingin dijual dengan ciri2 tertentu seperti:

 * Dijual senilai NJOP (biasanya lebih rendah dari harga jual)
 * Dijual Segera/Cepat
 * Membutuhkan Uang/Dana
 * Mau dilelang
 * Properti usang (seringkali harganya murah)

Keuntungan dari properti Jakarta dengan "kondisi istimewa" seperti ini akan memungkinkan kita untuk melakukan negosiasi yang lebih mudah dengan si pemilk properti. Bila kita telah bertemu dengan pemilik properti maka kita dapat melakukan penawaran dengan harga yang lebih "mahal" dari yang diminta. Agak aneh? Memang dan itu disengaja! Mengapa? Karena dengan "menaikkan" harga dari yang diminta si penjual maka kita dapat "meminta" sesuatu dari si pemilik properti. Misalnya kita minta waktu perpanjangan misalnya 3 bulan atau 6 bulan kemudian baru kita bayar (Sedapat mungkin dilengkapi dengan semacam surat perjanjian antara anda dan si penjual) .

Setelah anda mendapatkan dokumen persetujuan itu maka kita bisa mulai mencari pembeli sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang atau modal sendiri. Dengan tenggang waktu 3 – 6 bulan tersebut maka anda mempunyai cukup waktu untuk mencari pembeli.

Untuk lebih menarik si pemilik untuk tetap hanya "terikat" kepada anda maka dapat anda tambahkan dalam perjanjian bahwa anda juga akan "membagi" komisi yang anda terima sebesar 20 – 30 %. Lho kok besar benar? Kenapa tidak, toh anda tidak mengeluarkan modal apapun.


http://www.suaramedia.com/
Temukan semuanya tentang Pasang Iklan, bisnis, Iklan Baris, iklan gratis

Rabu, 17 Maret 2010

Tips Jual Beli Properti Tanpa Modal Uang

Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan sebuah percakapan di radio tentang sebuah peluang usaha, yakni bisnis properti. Biasanya kalau kita mendengar tentang bisnis properti maka yang terbayang adalah keharusan untuk mempunyai modal dalam jumlah yang lumayan banyak.

Namun kabar gembiranya kita bisa berbisnis properti tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Gimana caranya?

Caranya adalah kita pertama-tama mencari seorang notaris/orang yang mengerti tentang seluk beluk dokumen jual beli properti. Ajaklah notaris/orang ini untuk bekerja sama dengan sistem bagi hasil. Sekarang Anda sudah bisa mulai melaksanakan bisnis properti Anda dengan mulai mengamati koran khususnya iklan2 tentang properti. Carilah “peluang” disana dalam artian Anda harus jeli untuk melihat kalau-kalau ada peng-iklan yang memasukkan kata-kata di iklan seperti “jual cepat”, “jual dibawah NJOP”, atau yang orang sering bilang dijual karena kepepet. Lalu Anda tinggal menemui si-pemilik properti ini lalu menanyakan harganya. Misalkan harganya 1 Milyar Rupiah. Lalu Anda langsung melakukan penawaran, misalnya “Gimana kalau harganya 1,1 Milyar atau 1,2 Milyar Rupiah?” Pasti si pemilik properti akan memberikan “ijin” karena anda telah “menawar” dengan harga yang lebih mahal.

Yang menjadi pertanyaan adalah kok mau sih nawar dengan harga yang lebih tinggi? Dengan menawar yang lebih tinggi maka Anda sekarang mempunyai daya tawar. Daya tawar tersebut adalah dengan meminta tenggang waktu pembayaran yang lumayan panjang, misalnya 6 bulan atau 3 bulan yang akan datang baru akan dibayarkan. Anda bisa berterus terang kepada si-penjual bahwa anda adalah perantara atau biasa orang bilang makelar/ property agent istilah kerennya.

Dengan harga yang berada dibawah harga pasar tsb dan ditambah adanya waktu pembayaran yang lumayan lama maka anda mempunyai waktu untuk mencari investor. informasi lebih tentang jual dan beli rumah : jual beli properti

sumber: http://www.zimbio.com/Home+Business+Online/articles/313/Jual+Beli+Properti+Tanpa+Uang